PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya memutus mata rantai  pandemi Covid-19. Meski demikian, tetap tidak mengabaikan upaya  penanggulangan kebencanaan alam lainnya seperti Karhutla.

"Saat ini masih dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19. Jangan sampai muncul masalah baru seperti karhutla yang menimbulkan penyakit ISPA dan sebagainya. Kita berharap seluruh warga bekerja-sama mencegahnya," ungkapnya, Senin 13 Juli 2020.

Sejak tahun lalu kata dia, hingga sebelum corona mewabah, Pemko beserta unsur Forkopimda serta legislatif sudah beberapa kali menggelar rapat koordinasi pencegahan karhutla.

Saat ini lanjut Fairid, pihaknya telah menetapkan wilayah Kota Palangka Raya berstatus siaga bencana karhutla sampai musim kemarau berlalu atau dengan keputusan pemerintah provinsi.

"Wilayah Kota Palangka Raya merupakan lahan gambut, sehingga  sangat rawan terbakar pada musim kemarau. Sebab itulah perlu strategi tepat dalam menghadapi ancamannya," jelasnya.

--page

Selain itu, partsisipasi masyarakat sangat diharapkan ikut menjaga lingkungan. Terutama warga yang punya lahan pekarangan harus punya tanggung jawab menjaga, memelihara dan melindungi lahannya agar tidak terbakar. (HENDRI/B-7)