JAKARTA –

TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memperingatkan manajemen timnya bahwa untuk bisa kembali ke Liga Champions Eropa, mereka harus melakukan investasi pemain yang besar.

Menjelang menjamu sang juara, Liverpool, pada pekan ke-36 Liga Primer Inggris dinihari nanti, Kamis 16 Juli 2020, di Stadion Emirates, London, Arsenal menempati urutan kesembilan dalam klasemen pada tiga pertandingan terakhir musim ini.

Dengan nilai 50, Arsenal berjarak sembilan poin dari zona Liga Europa dan Liga Champions, yaitu urutan kelima dan keempat yang saat ini diduduki Manchester United dan Leicester City. Keunggulan selisih gol menempatkan Leicester di atas United.

Tapi, jika mereka dikalahkan Liverpool dinihari nanti, Arsenal masih bisa berharap bisa meraih tiket ke Liga Europa, dengan menjuarai Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Saat ini, klub berjuluk the Gunners itu sudah mencapai babak semifinal Piala FA dan pada Sabtu mendatang akan melawan juara bertahan, Manchester City.

--page

Arteta mengatakan untuk bisa lolos kualifikasi ke Liga Champions semakin sulit.

“Jika anda tidak berada dalam Liga Champions dan bilang, “Oke, saya tidak melakukan investasi karena tidak punya uang,’ tapi klub lain melakukan investasi, maka kesenjangannya akan semakin besar,” jelas Arteta.

Arsenal, menurut Arteta, akan masih menarik minat para pemain hebat untuk bergabung. Pasalnya, Gunners memang memiliki sejarah yang besar, struktur manajemen tim yang disebutnya luar biasa, dan kota London yang dinilainya indah.

“Ketika saya bicara dengan banyak orang, banyak pemain ingin bermain untuk Arsenal,” pelatih asal Spanyol itu menegaskan.

Tapi, jika Arsenal terus melorot, lambat laun klub ini akan ditinggalkan oleh penggemarnya. Leeds United dulu pernah mengalaminya. Pertaruhan untuk melakukan belanja pemain yang bernilai tinggi dan ketepatan agar tak lagi membeli pemain yang ringkih seperti Mesut Ozil akan menjaid kunci buat Arsenal untuk bisa bangkit.

(TERAS.ID)