BORNEONEWS, Puruk Cahu – Masyarakat diharapkan mengubah pandangan bahwa fasilitas karantina untuk penanganan Covid-19 merupakan tempat yang menakutkan bagi siapa saya yang tinggal di dalamnya.
Karena keberadaan gedung karantina di Kabupaten Murung Raya (Mura) diharapkan tidak menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, apalagi gedung tersebut berlokasi jauh dari pemukiman penduduk.
"Kita mengharapkan agar keberadaan gedung kantina bagi pasien Covid-19 di Politekni dan Balai Diklat Konut tidak menjadi momok menakutkan, karena memang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk," kata Kepala Dinas Kesehatan Mura Suria Siri, Rabu, 15 Juli 2020.
Karena jelasnya, gedung karantina sebagai tempat perawatan dan sementara menjauhkan para warga yang berpotensi terpapar untuk tidak menularkan ke warga lainnya dan tentu tempat karantina dibuat senyaman mungkin bagi masyarakat.
Menurut Suria, bahwa pasien reaktif dan terkonfirmasi positif telah ditempatkan gedung karantina, sehingga mereka tidak bebas berkeliaran di luar membaur bersama masyarakat.
--page
Bahkan selama berada di gedung karantina pasien tidak hanya berdiam diri di dalam ruang, namun mereka bisa melaksanakan aktivitas di luar gedung seperti kegiatan olahraga dan jemur pagi dan siang.
Termasuk juga disiapkan sarana hiburan seperti internet, tempat tidur yang nyaman, pelayanan yang ramah juga dipersilahkan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat menggunakan sarana internet.
Warga yang dikarantina juga harus berfikiran positif, karena fungsi karantina juga untuk melindungi keluarga terdekat, anak atau istri, orang tua dan kerabat yang mungkin saja ditularkan oleh yang bersangkutan.
" namun yang harus menjadi focus juga sekarang ini bagaimana caranya agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pada kehidupan sehari-hari," jelas Suria Siri.
Hal tersebut sebagai upaya mendukung pemerintah dan Gugus Tugas memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
--page
Dengan mengikuti segala imbauan pemerintah berupa penerapatan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, tidak berkerumunan, selalu mencuci tangan sudah menjadi kesatuan dalam pencegahan penularan Covid-19.
"Karena virus yang tidak dapat terlihat secara kasat mata, dan tidak diketahui media penularannya dapat dicegah dengan penerapan protokol kesehatan tersebut," tambahnya. (TRISNO/B-5)








