PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Nenie A Lambung mendorong pihak terkait untuk bisa melakukan manajemen pengelolaan limbah medis dengan baik.

Hal ini karena kapasitas infrastruktur dasar pengelolaan limbah mutlak dibutuhkan sejalan dengan komitmen pengurangan limbah dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat. 

“Anggota parlemen akan terus mendorong dilakukannya advokasi untuk pemenuhan salah satu pendukung kesehatan lingkungan dengan mengelola sistem pengelolaan limbah, khususnya limbah medis menjadi lebih baik," ungkapnya, Rabu 15 Juli 2020.

Politisi PDIP ini mengungkapkan selama pandemi Covid-19, limbah medis diperkirakan meningkat dengan perhitungan setidaknya seorang pasien Covid-19 berkontribusi kepada kurang lebih 14,3 kilo gram limbah medis setiap hari.

“Situasi ini memang berbahaya jika tidak dikelola dengan baik,” ucapnya. Ia menambahkan pekerja sektor informal, seperti pemulung dan pengumpul barang bekas sangat rentan tertular penyakit dari aktivitasnya sehari-hari.

--page

Dibeberapa negara maju lainnya sektor informal seperti itu adalah tulang punggung pengelolaan sampah plastik dimana pemulung bisa mengumpulkan satu juta ton sampah plastik per tahun.

Namun, dengan kurangnya pengetahuan akan keamanan dan kesehatan, para pemulung tersebut dikhawatirkannya dapat terancam berbagai penyakit selama pandemi Covid-19.

Menurut Nenie masalah tersebut menjadi pentingnya mengedukasi para pekerja baik itu di sektor formal maupun informal tentang sistem pengelolaan pengumpulan limbah.

“Covid-19 telah menunjukkan bahwa masyarakat kita perlu memperkuat ketahanan terhadap pandemi dan keadaan darurat lainnya,” pungkasnya. (HENDRI/B-6)