PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini akan berbeda dari sebelumnya. Itu karena situasi pandemi Covid-19 sampai saat ini masih belum berakir.

Situasi tersebut juga berdampak bagi para pedagang yang ingin menjual hewan kurban. Adi, seorang pedagang hewan kurban jenis sapi dan kambing di Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya ini mengaku siap jika rugi.

"Adanya Covid-19 ini saya siap kalau rugi, karena selain keterbatasan hewan kurban yang dijual, harganya pun juga naik hingga 10 persen dari tahun sebelumnya," katanya, Rabu, 15 Juli 2020.

Berkaitan dengan minat pembeli, ia menyebut sampai dengan hari ini bisa dibilang sangat minim. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

--page

"Biasanya H-14 sudah hampir habis dibeli atau dipesan, tetapi sampai saat ini malah baru 10 ekor saja yang sudah dipesan," tutupnya. (NOPRI/B-7)