LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tantangan yang dihadapi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) dalam proses pendistribusian bantuan sembako untuk masyarakat terdampak banjir ke desa tujuan di Kabupaten Lamandau tidak mudah.

Selain harus melewati medan berat akibat kondisi cuaca, tim yang mengantar bantuan juga menghadapi adanya gangguan berupa penolakan dari segelintir orang.

Seperti yang terjadi saat proses distribusi bantuan di Desa Kinipan, Kecamatan Batangkawa, Rabu 15 Juli 2020 malam. 

"Saat tim kita mendistribusikan bantuan tepatnya saat proses bongkar barang (beras) dari truk puso untuk dibawa ke Kantor Desa Kinipan ada orang yang meminta kami menghentikan aktivitas bahkan meminta kami pulang secara paksa," kata Manager Project PT SML, Bobi Lawi, Jumat 17 Juli 2020.

Padahal saat pendistribusian sembako tepatnya saat proses bongkar barang dilakukan kala itu hadir dan diketahui Camat Batangkawa beserta sekretaris, termasuk Kades Kinipan, karena sebelum mendistribusian dilakukan memang telah terjalin koordinasi. 

--page

"Namun segelintir orang ini memaksa kami untuk menghentikan aktivitas, bahkan pak Camat juga kala itu sampai dibentak-bentak oleh mereka. Sehingga kami terpaksa menghentikan kegiatan demi menghindari hal yang tidak diinginkan. Barang yang sempat diturunkan saat itu baru sekitar 200 sak beras, aneka jenis bantuan lainnya belum sempat turun," jelasnya. 

Bobi menyayangkan peristiwa itu, pasalnya di sisi lain ada banyak masyarakat Kinipan lainnya yang mengetahui kedatangan kami dan berharap bantuan yang kita bawa itu segera dibagikan.

Namun apa daya, saat itu pihaknya tak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi pihaknya tidak ingin justru ada kesalahfahaman di antara masyarakat. 

"Padahal sederhananya kan kami datang secara baik-baik, tujuannyapun murni menyerahkan bantuan sosial sembako dari CSR dari perusahaam untuk masyarakat terdampak banjir seperti yang sama kami lakukan di 11 desa lainnya. Jika ada sekelompok masyarakat yang merasa tidak memerlukan bantuan yang kami bawa ya tidak apa-apa, tapi kan jadinya kasihan bagi masyarakat yang memang memerlukan. Kami sampai tidak tega melihat sebagian masyarakat yang berharap bantuannya dibagikan," ceritanya. 

Jika ada persoalan lain yang dianggap belum selesai oleh segelintir orang, sebut Bobi, harapannya tidak sampai dicampuradukan dengan persoalan sosial kebencanaan seperti banjir besar yang melanda berbagai daerah di Kabupaten Lamandau beberapa pekan terakhir ini. 

--page

Diketahui, PT SML terus berusaha menunjukkan totalitasnya dalam membantu masyarakat terdampak banjir di Lamandau dengan mendistribusikan seluruh paket sembako langsung ke desa tujuan.

Pendistribusian langsung ke desa-desa dipilih agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat.

Selain itu, dengan pendistribusian langsung juga dinilai ikut meringankan tugas pemerintah daerah yang sedang fokus melakukan berbagai upaya penanggulangan lainnya. 

"Untuk program CSR bertajuk SML Peduli Banjir ini bantuannya sengaja kita distribusikan langsung ke desa tujuan melalui pemerintah desa masing-masing. Karena kondisi yang ada ini menuntut kita bergerak cepat agar yang kita salurkan cepat sampai dan dirasakan masyarakat yang terdampak," katanya. 

Program SML Peduli ini menyalurkan sebanyak 3.150 paket sembako yang disebar untuk masyarakat di 12 desa yang notabene merupakan desa yang ada di sekitar perkebunan.

--page

Ke 12 desa yang masuk di tiga Kecamatan itu meliputi kelurahan Tapin Bini, Desa Samu Jaya, Desa Penopa, Desa Karang Taba, Desa Kawa, Desa Cuhai, Desa Tanjung Beringin, Desa Sungai Tuat, Desa Riam Panahan, Desa Batu Tambun dan Desa Kinipan. 

Adapun bantuan paket sembako yang disalurkan PT SML berisi beras, gula pasir, teh, telor serta minyak goreng. (TIM BORNEONEWS/B-6)