PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengkalim bahwa sabilitas sistem keuangan Kalimantan Tengah relatif terjaga.

"Secara umum, pada triwulan I 2020 stabilitas sistem keuangan Kalimantan Tengah relatif terjaga yang disertai dengan intermediasi yang meningkat," kata Yudo kepada Borneonews pada Minggu, 19 Juli 2020.

Hal ini disampaikannya terkait Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah Mei 2020.

"Kinerja intermediasi perbankan di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan pada triwulan I 2020 dari sisi kredit dan DPK," tuturnya.

Namun, lanjut Yudo, peningkatan kinerja intermediasi ini juga diikuti oleh risiko kredit bermasalah perbankan di Kalimantan Tengah yang mengalami peningkatan.

--page

"Ini tercermin dari tren rasio NPL yang meningkat, meskipun rasionya masih terjaga pada level yang aman," bebernya.

Merebaknya Covid-19 menurut Yudo diprakirakan akan berdampak terhadap kinerja lapangan usaha utama perdagangan dan pertambangan.

"Dari sisi pengeluaran, ekspor diprakirakan mengalami kontraksi sejalan dengan perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan, disamping itu impor diprakirakan juga turun lebih dalam seiring dengan rendahnya konsumsi masyarakat pada masa pandemi dan realisasi investasi," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)