BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Malu dan merasa takut dikucilkan. Itu adalah anggapan rata-rata pasien positif covid-19 yang menjadi rekan Ningsih Dannari saat menjalani karantina di eks Klinik Kusuma, salah satu tempat isolasi pasien positif covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Kepala Borneonews, Senin, 20 Juli 2020 ia mengakui pada masa awal menjalani karantina sempat merasakan hal tersebut.
"Namun tenaga kesehatan yang bertugas di tempat karantina saya selalu menyemangati saya, jangan sampai minder dan berpikiran macam-macam agar tidak membuat imunitas menjadi down. Saat saran itu diikuti, ternyata benar. Saya dan putra yang berusia 6 tahun dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan swab," jelas Ningsih.
Ningsih menceritakan, saat menjalani karantina ia mengetahui bahwa proses tersebut tidak sehoror angggapan orang.
"Saya dan anak santai saja, tenaga kesehatan juga sering mengajak kami bercanda. Malahan saya dan rekan pasien lain bisa dikatakan mendapatkan pemeriksaan gratis untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan lain," jelas Ningsih.
--page
Ningsih mengatakan, dengan mengikuti anjuran karantina sesuai yang ditetapkan pemerintah bila terpapar covid-19, dirinya, suami dan anaknya akhirnya dinyatakan sembuh.
"Selain itu dengan adanya kesadaran memeriksakan diri, kita juga berperan untuk tidak menularkan covid-19 pada orang lain," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-7)








