PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya Ngismatul Khoiriyah mengatakan, terjadinya banjir hingga ada warga yang kabur menjadi kendala bagi petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dalam melaksanakan pencocokan dan penelitian data (coklit).

"Salah satu kendala yang kita alami, ada di beberapa tempat warga sempat kabur karena para petugas coklit pakai APD lengkap. Mereka kira kami ini mau me- rapid test," katanya, Selasa, 21 Juli 2020.

Dia menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui pejabat-pejabat di tingkat RT sebelum petugas datang.

"Sudah kita sosialisasikan melalui RT, namun sepertinya warga masih merasa takut melihat petugas memakai APD," ujarnya.

Sementara itu, kondisi beberapa wilayah yang terendam banjir juga menjadi kendala dalam melakukan pencocokan data pemilih.

--page


"Walau dalam kondisi seperti itu, kewajiban kita untuk melakukan coklit diseluruh wilayah harus kita jalani," tutupnya. (NOPRI/B-5)