MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Pandemi Covid-19 di Indonesia sangat berpengaruh terhadap perekonomian, khususnya masyarakat kecil, tidak terkecuali para petani rotan di Kabupaten Barito Utara.

Harga rotan di pengepul juga mengalami penurunan. Itu membuat para petani rotan mengalami kemerosotan penghasilan. 

Namun, dalam beberapa minggu ini, ada harapan bagi para petani rotan di Kecamatan Lahei karena adanya kenaikan harga rotan di tingkat pengepul atau pembeli.

Salah satu pengepul rotan Kecamatan Lahei, Rapik mengatakan imbas dari pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh setiap warga, khususnya para petani rotan di daerah ini.

“Sangat terasa imbas dari Covid-19 ini, harga jual rotan juga ikut turun,” kata Rapik, Rabu 22 Juli 2020.

--page

Rapik menuturkan, selama empat bulan dirinya tidak membeli rotan dari masyarakat karena masalah keuangan yang dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama pandemi Covid-19.

Ia juga mengatakan bahwa sekitar satu bulan setengah ini dirinya kembali memulai membeli rotan dari warga. Sedikit demi sedikit membeli rotan mentah yang di antar petani ke tempatnya.

"Alhamdulillah saat ini kami sudah dapat membeli rotan dari para petani di wilayah  Kecamatan Lahei walaupun masih sedikit dan setelah terkumpul beberapa ton baru kami bersihkan bersama delapan karyawan yang ikut membantu membersihkan rotan," katanya.

Rapik mengungkapkan, untuk saat ini, harga rotan ada kenaikan sekitar Rp20 ribu per kwintal. "Pada saat ini harga rotan sudah naik menjadi Rp170 ribu per kwintal," ujarnya.

Lebih lanjut Rapik mengatakan untuk satu kwintal rotan dari air sampai ke tempat pengepul seharga Rp50 ribu, sedangkan untuk naik sampai ke timbangan lansung harga menjadi Rp70 ribu.

--page

"Petani dan pengepul rotan sangat berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas instansi terkait, agar harga rotan bisa kembali normal seperti biasanya,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-7)