SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama perusahaan PT Sinar Jaya Inti Mulia dan  PT Nusantara Docking Sejahtera sepakat membangun jalan di KelurahanTanah Mas, Kecamatan Baamang secara konsorisium. 

Kesepakatan ini merupakan hasil rapat di DPRD Kotim, Kamis, 23 Juli 2020. Selain  itu juga merupakan jawaban atas keluhan masyarakat terhadap keadaan jalan itu, dan hasil kunjungan lapangan Komisi IV DPRD Kotim beberapa waktu lalu.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Dadang H. Syamsu ini menghasilkan beberapa poin keseimpulan. 

Dadang berharap hasil kesepakatan itu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten. Terutama yang banyak berperan untuk menghitung hingga merencang pembangunan jalan ini ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotim. 

Pertama, Dinas PUPR Kotim dan instansi terkait melakukan pengkajian teknis di jalan poros Tanah Mas sesegera mungkin. Kemudian hasilnya dituangkan dalam rancangan anggaran 2021.

--page

Kemudian antara PT SJIM dan PT  NDS  harus segera melakukan koordinasi konsorsium kepada pemerintah kabupaten serta selama koordinasi dua perusahaan tetap melakukan perawatan jalan.

"Dua perusahaan diwajibkan ikut memberdayakan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai perda Kotim tentang tanggung jawab sosial," ucapnya.

Dadang juga menekankan agar pihak lurah dan masyarakat terus melakukan koordinasi kepada DPRD terkait segala pembangunan yang dilakukan di Tanah Mas.

"Kedua  perusahaan bersangkutan dan Dinas Perhubungan Kotim harus menyampaikan laporan konsorsium kepada Komisi IV DPRD Kotim terhitung 30 hari sejak kesimpulan ini dikeluarkan yaitu 24 Juli 2020," tukasnya.

Sementara itu Direktur Humas PT SJIM mengakui jika pihaknya siap ikut menangani jalan itu secara konsorsium.

--page

Pihaknya akan menunggu hasil perencanaan dari pemerintah daerah setempat dan asumsi biaya yang diperlukan untuk menangani ruas jalan sepanjang 4.l,8 kilometer dari jalan Tjilik Riwut ini.

"Pada intinya kami siap ikut terlibat dalan penanganan jalan itu, dan juga kami menunggu berapa perhitungan biaya yang dibebankan ke kami untuk membangun jalan itu apakah nanti aspal ataupun rigid beton," kata Direktur Humas PT SJIM, Audy Valent.

Sementara itu dari perhitungan Dinas PUPR Kotim setidaknya memerlukan dana sekitar Rp 18 miliar untuk membuat jalan hingga dilapisi aspal dengan kapasita jalan 8 ton. (NACO/B-6)