JAKARTA –

INILAHCOM, Jakarta - Dua lembaga pendidikan terbesar di Indonesia, Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Pendidikan Muhammadiyah memutuskan keluar dari Program Organisasi Penggerak (POP) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kedua pihak pun sama-sama mengungkapkan ada kejanggalan.

Di samping itu, Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation masuk ke dalam daftar penerima hibah dari Kemendikbud pun ramai diprotes publik. Mengingat dua lembaga nonprofit disebut mendapat hibah program Organisasi Penggerak maksimal sebesar Rp20 miliar per tahun. Mengingat keduanya masuk dalam kategori tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar memprotes keras kebijakan yang diambil Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

"Saya juga minta Mendikbud untuk belajar sejarah pengabdian NU dan Muhammadiyah kepada pendidikan. Saya protes!," tulis akun Twitter
@cakimiNOW, dikutip Kamis (23/7/2020).

INILAHCOM