INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD telah menyerahkan 12 nama calon anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden Joko Widodo. Salah satu nama yang masuk adalah mantan Perwira Polri yakni Irjen Pol Purn Pudji Hartanto Iskandar.
Lulusan Akademi Kepolisian Batalyon Diviacita tahun 1983 itu berpengalaman di bidang lalu lintas. Pudji resmi pensiun dari Kepolisian sejak ditunjuk oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kala itu untuk posisi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan periode 2016-2017.
Sepanjang karirnya, Pudji Hartanto tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Salah satunya sebagai Ajudan Wakil Presiden RI Hamzah Haz. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakapolda Banten, Kapolda Kepri, Sahlijemen Kapolri, Kakorlantas Polri, Gubernur Akpol dan terakhir sebagai Kapolda Sulselbar.
Pudji juga pernah dianugerahi gelar kebesaran adat "I Mapparewa Karaeng Ruppa" yang secara harfiah berarti selalu mengimbangi atau memiliki sifat adil dalam mengambil keputusan. Secara Maknawi berarti sosok manusia yang cerdas serta mempunyai derajat tinggi dalam masyarakat karena sikapnya yang adil dalam mengambil keputusan.
Adapun Calon anggota Kompolnas yang berasal dari unsur Kepolisian adalah Benny Mamoto, Eko Hadi Sutedjo, Pudji Hartanto Iskandar, Supardi Hamid, Albertus Wahyurudhanto, Arief Wicaksono Sudi Utomo.
--page
Sementara calon dari unsur masyarakat yaitu, Sri Nurherawati, Yosep Adi Prasetyo, Yusuf, Junaedi Saibih, Muhammad Dawam dan Poengky Indarti.
Dari dua belas nama calon Kompolnas yang diajukan ke Presiden, nantinya akan dipilih tiga orang dari unsur Kepolisian dan 3 orang dari tokoh masyarakat sebagai Anggota Komisi Kepolisian Nasional periode 2020-2024. (INILAH.COM)








