BORNEONEWS, Pulang Pisau - Akibat refocusing anggaran, penyerapan atau realisasi APBD Kabupaten Pulang Pisau di tahun 2020 ini rendah.
Demikian disampaikan Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pulang Pisau, Juman, pada Rapat Percepatan Realisasi Anggaran Kabupaten Pulang Pisau, Jumat, 24 Juli 2020.
"Pada bulan juni belakangan mengalami keadaan yang kurang normal, karena pandemi Covid-19 dan adanya pemangkasan lebih dari 100 milyar dari anggaran yang ada, baik untuk belanja langsung maupun belanja tidak langsung," ujar Juman.
Menurutnya penyesuaian anggaran yang terjadi tesebut juga mau tidak mau harus dimaklumi, dan memang berpengaruh terutama untuk realisasi belanja langsung. "Ada yang tidak bisa bergerak, berjalan lambat sekali karena permasalahan tadi," terang Juman.
Untuk realisasi keuangan pada belanja langsung maupun belanja tidak langsung baru mencapai 26,51 persen dan sangat jauh dari target. "Seperti saya katakan tadi karena permasalahan tadi berjalan lambat semua," imbuhnya.
Demikian juga ujar Juman bahwa dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD bahwa akan ada pengembalian terkait normalisasi anggaran yang terjadi tersebut. Menurutnya normalisasi anggaran yang dilakukan untuk hal yang sangat penting.
--page
"Ini normalisasi yang sangat penting, tidak ada maksud untuk menambah-nambah kegiatan," katanya.
Berdasarkan hasil realisasi fisik dan keuangan APBD Keuangan Kabupaten/Kota se- Kalimantan Tengah per 30 Juni 2020 Kabupaten Pulang Pisau berada di tiga terakhir atau urutan 12 dari 14 Kabupaten/Kota. (JAMES DONNY/B-5)








