BORNEONEWS, Sampit - Komisi III DPRD Kotawaringin Timur berharap pemerintah kabupaten membantu guru sekolah swasta karena saat ini mereka juga sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 terhadap pendapatan.
"Sebagian orangtua siswa tidak membayar iuran. Ada yang beranggapan karena tidak ada aktivitas, ada pula yang memang karena alasan kemampuan," kata Anggota Komisi III, Riskon Fabiansyah, Minggu 26 Juli 2020.
Padahal meski pandemi Covid-19 saat ini guru tetap menjalankan tugas, hanya saja diberlakukan belajar dari rumah yakni pembelajaran dilakukan dengan sistem daring.
Riskon mengatakan yang disampaikan itu menindaklanjuti keluhan sejumlah guru sekolah swasta yang disampaikan kepada DPRD.
Diketahui, sekolah swasta dikelola oleh yayasan yang sumber pendapatannya sebagian dari kontribusi para orangtua siswa. Hasilnya digunakan untuk operasional sekolah, termasuk membayar gaji guru.
--page
Berbeda dengan sekolah negeri yang gurunya digaji oleh pemerintah. Secara penghasilan, kesejahteraan guru di sekolah negeri jelas lebih baik dibanding guru di sekolah swasta pada umumnya.
Sejak pandemi Covid-19, sejumlah sekolah swasta mengeluh karena kontribusi dari iuran siswa menurun. Kondisi keuangan yang kurang menggembirakan itu juga berdampak terhadap kemampuan sekolah swasta membayar gaji guru.
Riskon berharap bagaimana pemerintah kabupaten memperhatikan guru di sekolah swasta karena mereka juga berjasa terhadap dunia pendidikan di daerah ini.
Selama ini mereka berharap dari proses pembelajaran. "Perlu ada perhatian pemerintah kabupaten terhadap kesejahteraan guru sekolah swasta," tutupnya. (NACO/B-6)








