SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Polres Kotawaringin Timur (Kotim) bersana Polres Seruyan dan Katingan, melakukan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) di Stadion 29 November Sampit, Kotim, Selasa, 28 Juli 2020. 

Dalam simulasi tersebut diceritakan pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kotim. Yakni mulai dari kampanye pasangan calon, distribusi kotak suara, pencoblosan, perhitungan suara, hingga penetapan bupati terpilih. 

Pelaksanaan diperankan oleh jajaran kepolisian. Mereka mengambarkan sistem pengamanan, jika terjadi gangguan saat Pilkada. Bahkan berupaya melakukan aksi pembubaran masa yang melakukan demo, hingga menangkap pelaku penculikan buati terpilih. 

Dalam simulasi tersebut yang menjadi daya tarik masyarakat yakni adanya ledakan bom di sebuah gudang tempat penyekapan bupati terpilih. 

Dari skenario yang dijalankan bom yang berada di lokasi tersebut teridentifikasi oleh jajaran kepolisian. Sehingga dilakukan penjinakan, dan diledakan di lokasi tersebut. 

--page

Ledakan bom membuat banyak tamu undangan yang hadir kaget. Karena mengeluarkan dentuman, dan juga api yang sangat besar. 

"Ini sekenario Sispamkota yang dijalankan oleh rayon 3, yang terdiri dari Polres Kotim, Seruyan, dan Katingan," ujar Dirsabhara Polda Kalteng Kombes Pol Susilo Wardono, saat melihat langsung simulasi tersebut. 

Ia mengatakan, simulasi itu diikuti oleh 3 polres. Dengan jumlah personel 395 orang yang dilibatkan. Kegiatan tersebut dilakukan di Polres Kotim, karena Kotim merupakan daerah yang melaksanakan pilkada bupati dan wakil bupati. 

"Di Kalteng, hanya Kotim yang melaksanakan pemilihan bupati dan gubernur, sehingga Sispamkota ini dilaksanakan di Kotim," terang Susilo. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)