SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini memang berdampak terhadap berbagai sektor usaha. Salah satunya usaha hiburan musik organ tunggal. Bahkan pendapatan anjlok drastis dibandingkan saat normal, seiring larangan berkumpulnya massa.

Para pegiat musik dan kesenian yang berkecimpung di usaha ini juga turut merasakan getirnya kehidupan saat pandemi. Apalagi kebutuhan rumah tangga menjadi meningkat seiring dengan diberlakukannya kebijakan lainnya.

Hal tersebut pun menjadi perhatian Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi. Menurutnya, pegiat musik dan seni ini perlu mendapat solusi.

"Saya akan mempertimbangkan lagi izin hiburan saat resepsi pernikahan. Karena itu memang salah satu pemasukan untuk pemusik seperti ini. Apalagi tidak sedikit pemusik yang ada di Sampit, belum lagi kecamatan lainnya," kata Supian Hadi, Rabu, 29 Juli 2020.

Tetapi, hal tersebut harus melalui pertimbangan maupun kajian yang matang. Supian Hadi menegaskan masih membahas prosedur atau protapnya bersama Gugus Tugas Covid-19 Kotim.

--page

"Misalnya nanti kita atur lokasinya agar tidak terjadi penumpukkan massa, menyediakan hand sanitizer di samping keyboard atau organ tunggal, mikropon menggunakan sarung, hingga membatasi jumlah penyanyi. Intinya segala sesuatu berkaitan dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19 harus diterapkan," tegas Supian Hadi.

Selain itu, Supian Hadi juga menyarankan pegiat musik organ tunggal di Sampit membentuk komunitas atau asosiasi yang bertanggungjawab saat kebijakan izin hiburan itu dikeluarkan.

"Saya ingin ada yang bertanggungjawab, bisa dibentuk melalui asosiasi atau apa namanya. Jadi saat ada anggotanya yang melanggar aturan, ketua asosiasi itu yang bertanggungjawab," tegas dia.

Sementara itu, Unan, salah satu pemusik organ tunggal di Sampit menyampaikan apresiasi terkait wacana tersebut. Menurutnya, itu menjadi solusi di tengah anjloknya pendapatan yang dirasakan saat ini.

Dia mencontohkan, sebelum pandemi covid-19 terjadi, setiap minggunya bahkan selalu ada pesanan untuk mengisi hiburan di resepsi pernikahan. Bahkan, dalam satu harinya terkadang lebih dari 2 lokasi.

"Bisa dikatakan 100 persen pendapatan kami anjlok selama pandemi covid-19. Karena hampir semua lapisan musik tidak bisa bekerja seperti biasa. Harapan kami pandemi segera berakhir agar musisi dan penyanyi bisa kembali bekerja. Jangankan seminggu, sudah lebih dari 3 bulan nihil pekerjaan," kata Unan Julian, salah satu musisi di Sampit.

Unan pun menantikan solusi yang ditawarkan Bupati Kotim tersebut berupa diizinkannya hiburan musik lagi saat resepsi pernikahan. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)