SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Pardamean Gultom meminta aktivitas terminal khusus (tersus) PT Surya Mentaya Gemilang di Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur untuk dihentikan sementara.

"Melihat kondisi tersus itu sangat tidak layak sekali. Kami sepakat agar dihentikan sementara ini," kata Gultom yang turut diamini Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, Kamis, 30 Juli 2020,

Dia juga sepakat agar pihak-pihak terkait untuk dipanggil. Sebagaimana rencana Komisi IV DPRD Kotim untuk memanggil manajemen perusahaan serta instansi terkait lainnya.

"Perlu kita cari tahu, agar semuanya jelas. Kalau ada izinnya seperti apa dulu prosesnya. Masa tersus seperti itu, tidak punya usaha pokok lagi," tukas Gultom.

Sementara itu anggota lainnya, Handoyo J Wibowo juga menyatakan sepakat untuk membawa masalah itu ke forum rapat dengar pendapat.

--page

"Kita akan undang KSOP, dishub, DLH dan pihak terkait lainnya agar hadir dalam RDP nanti," tegas Handoyo.

Sementara itu saat ditanyakan Komisi IV soal perizinan, pihak manajemen perusahaan di lapangan, Aulia tidak bisa menjelaskannya.

"Kalau soal izin maaf, kami tidak tahu. Kalau komisaris pak Ansori dan direktur pak Guntur. Kami ke sini disuruh setelah dihubungi pak Guntur," kata Aulia.

Aulia juga menjelaskan kegiatan tersus tersebut bergerak di bidang bongkar muat CPO. Akan tetapi saat ke lapangan tidak ada bongkar kegiatan.

"Hari ini tidak ada kegiatan, beberapa waktu lalu saja bongkarnya sekitar 15 hari lalu," tegasnya.

--page

Komisi IV juga sempat bertanya dengan Aulia usaha pokok apa yang dikelola. Dia mengakui tersus tidak ada usaha pokok dan dikomersilkan. 

Bahkan saat legislator menanyakan pemimpin perusahaan di mana, diakui tidak ada ditempat dan sedang di luar kota.

Sementara itu Amat, koordinator lapangan perusahaan menyebutkan selama kegiatan berjalan lancar dan tidak ada masalah, bahkan diakuinya operasi mereka sudah berjalan 20 tahun.

"Saya hanya koordinator lapangan saja, dulu memang pernah ada yang tumpah CPO. Tapi setelah itu tidak ada lagi, dan sudah bisa diselesaikan," tegasnya. (NACO/B-11)