BORNEONEWS, Palangka Raya - Saidah, seorang gadis berusia 25 tahun yang memiliki keterbatasan atau kondisi fisiknya tidak sempurna, hidup sebatang kara sejak 3 minggu terakhir.
Gadis tersebut tinggal di sebuah barak Jalan RTA Milono Km 5,2 tepatnya seberang Samsat, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalteng.
Kondisi fisik yang tidak sempurna sejak lahir membuat Saidah terbaring di tempat tidur. Sebab, dia tidak bisa duduk sendiri jika tidak dibantu orang lain.
Selama 3 Minggu terakhir itu, semua kebutuhan hidup sehari-harinya seperti makan dan Pampers berharap belas kasihan tetangga sekitar.
"Kalau urusan mandi dan lainnya, kita membayar orang lain pak," kata menantu pemilik barak, Dewi Ayu (35), Senin 3 Agustus 2020.
--page
Ayu menuturkan, Saidah hidup sebatang kara setelah ditinggal ibunya 3 Minggu terakhir ini, karena tersandung masalah hukum.
"Saat ini ibunya diamankan di Polresta Palangka Raya," tutur Ayu.
Ayu berharap, kasus yang menimpa orangtuanya segera berakhir, sebagaimana yang diharapkan Saidah agar bisa berkumpul kembali.
"Karena setiap malam Saidah selalu nangis histeris memanggil-manggil ibunya," tutur Ayu. (PARLIN TAMBUNAN/B-7)








