BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pedagang musiman yang menjual bendera di Kota Kuala Kapuas merasakan pembeli cenderung sepi di saat pandemi corona virus disease atau covid-19.
Hal berbeda itu dirasakan salah satu penjual kain bendera asal Garut, Jawa Barat, bernama Fikri (22), yang membuka lapak jualan pernak-pernik khas kemerdekaan, di sekitar Kantor Disdagperinkop dan UKM, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas.
Pemuda ini merasakan penjualan benderanya masih sepi dan belum banyak yang laku, berbeda dari tahun-tahun lalu, sebelum ada pandemi Covid-19.
"Tahun lalu berjualan sebelum bulan Agustus masih lumayan, sekarang ini agak menurun. Ditambah lagi barang gak bisa bawa banyak. Biasanya 2 karung, sekarang setengahnya saja," kata Fikri, Senin, 3 Agustus 2020.
"Kalau dulu tiap hari ada pemasukan atau ada yang beli, kalau sekarang sudah jarang," lanjut dia.
--page
Tetapi, mengingat hari Kemerdekaan Republik Indonesia masih belasan hari lagi, ia tetap berharap akan semakin banyak masyarakat yang membeli barang dagangannya tersebut.
"harapannya, memasuki Agustus ini penjualan akan lebih rame lagi, dan dagangan bisa habis," harapnya.
Adapun berbagai kain bendera dan pernak-pernik khas Kemerdekaan RI dijualnya, dengan harga yang bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)








