BORNEONEWS, Tamiang Layang - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Timur yang ke 18, Senin 3 Agustus 2020 digelar secara sederhana di GPU Mantawara Tamiang Layang. Puncak peringatan ditandai dengan pemotongan Panginan Sukup Simpan oleh Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas.
Bagi masyarakat Dayak Kalimantan, Panginan Sukup Simpan yang merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah ini mungkin sudah sangat familiar.
Panginan Sukup Simpan merupakan Tumpeng khas Dayak dengan menu wajibnya terdiri dari nasi yang dicetak berbentuk silinder, ayam rebus, telur ayam rebus dan ditambah menu pilihan lainnya seperti ikan bakar, udang, ampal ikan, sayur tumis kulat, kalakai, umbut rotan dan lain-lain.
Seperti halnya Tumpeng pada umumnya, Panginan Sukup Simpan juga biasanya disajikan pada momen-momen tertentu seperti pada gelaran Peringatan Hari Jadi ke 18 Kabupaten Barito Timur.
Makanan khas masyarakat Dayak ini juga biasanya dilengkapi dengan kudapan tradisional seperti cucur, apem, gagatas, wajik dan sagon.
--page
Perbedaan yang paling mencolok dari Tumpeng yang umum dikenal dengan Panginan Sukup Simpan adalah Tumpeng berbentuk kerucut atau gunung sedangkan Panginan Sukup Simpan berbentuk silinder atau potongan kayu yang menggambarkan kekayaan alam bumi Kalimantan.
Sesuai dengan harapan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang disampaikan Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, semoga pemotongan Panginan Sukup Simpan pada Peringatan Hari Jadi ke 18 Kabupaten Barito Timur menjadi pertanda perwujudan masyarakat Kabupaten Barito Timur yang damai, maju, berkeadilan dan sejahtera. (BOLE MALO/B-7)








