BORNEONEWS, Sampit - Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur berkunjung ke PT Fushor Galangan di wilayah Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim. Kegiatan ini untuk memastikan kegiatan perusahaan itu sesuai dengan tata aturan dan regulasi dalam berinventasi di daerah itu.
DPRD menganggap apa yang ditinjau dari lapangan sudah cukup baik, meski masih ada kekurangan namun tidak signifikan.
Kunjungan itu dipimpin langsung Ketua Komisi IV, Dadang H Syamsu, diikuti anggota lainnya, Handoyo J Wibowo, Bima Santoso, Pardamean Gultom dan Nadie Enggon.
Rombongan didampingi Direktur Operasional PT Fushor, Jhon meninjau langsung areal kerja perusahaan yang bergerak di bidang perbaikan tongkang dan tugboat.
“Kalau dari sisi penerapan program K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) kami anggap sudah cukup baik dan baguslah, papan peringatan serta pakaian karyawan sudah safety semua dan ada ahlinya juga,” kata Pardamean Gultom, Kamis, 6 Agustus 2020.
--page
Meski begitu, Gultom mengakui sejumlah kekurangan yang masih terjadi hendaknya dibenahi untuk lebih baik. Pihaknya mengapresiasi baik itu serapan ternaga kerja dan lain sebagainya. Bahkan investasi demikian cukup berdampak baik untuk perekonomian di daerah.
"Yang jelas kita pada dasarnya ingin investor di Kotim ini nyaman, aman dalam berusaha. Asalkan selama investasi itu sesuai dengan tata cara dalam berinvestasi,” tukas Gultom.
Sementara itu, Ketua Komisi IV, Dadang H Syamsu mengakui jika pihaknya akan mengundang PT Fushor nantinya kedalam forum resmi pemerintah daerah.
Salah satunya untuk duduk bersama dalam rangka menjaring aspirasi terkait dengan pembahasan rancangan peraturan daerah Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kotim.
“Nanti akan kami undang dari pihak dunia usaha karena ini penting, supaya apa yang dihasilkan dalam pembahasan nantinya tidak membuat dunia usaha yang ada ini merasa diabaikan,” tegas Dadang.
--page
Sebab, dalam RDTR yang diajukan ke DPRD itu sudah berdasarkan dari pemerintah pusat. Namun bukan berarti itu adalah harga mati sehingga masih ada ruang untuk dilakukan pembahasan, RDTR ini nantinya akan lebih banyak berbicara mengenai kawasan dunia usaha, sektor jasa, permukiman dan lain sebagainya.
Sementara itu, Jhon sebagai Direktur Operasional mengakui pihaknya sangat taat dan patuh kepada berbagai ketentuan dalam beroperasional. Selain itu juga mereka berinvestasi di Kotim juga turut membantu perekonomian daerah.
“Kita selalu berupaya untuk patuh dan taat kepada aturan Pak, kita laksanakan kewajiban kita juga dalam berbagai hal," tutupnya. (NACO/B-7)








