BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Demi mendapatkan masukan dari berbagai pihak mengenai apa saja permasalahan yang ditemui di lapangan terkait data pemilih dalam Pemilihan Gubernur Kalteng yang digekar 9 Desember 2020 ini, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar coffee morning untuk mendiskusikan hal tersebut, Jumat, 7 Agustus 2020.
Kegiatan yang digelar di sebuah cafe yang beralokasi di Jalan Pasanah ini dihadiri oleh perwakilan Pemkab Kobar, partai politik, pelajar dan mahasiswa.
Ketua KPUD Kobar Chaidir menjelaskan, dengan memiliki data pemilih yang secara kualitas dan kuantitas bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh KPU, harapannya target 78 persen tingkat partisipasi pemilih dalam Pilgub akan tercapai.
"Karena sesuai tekad kita yaitu dengan data yang berkualitas harapannya bisa didapatkan Pilkada juga berkualitas," jelas Chaidir.
Saat ini, lanjut Chaidir, di Kabupaten Kobar, proses pemutakhiran data melalui Pencocokan dan Penelitian (coklit) sudah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen.
--page
"Agar diperoleh data pemilih yang tepat dan mengakomodir seluruh warga yang memiliki hak pilih, setelah proses coklit, data pemilih sementara (DPS) dikeluarkan. Kami juga berharap agar masyarakat yang merasa masih belum terdaftar secara proaktif melaporkan dirinya pada pihak kelurahan atau desa. Sehingga bisa terdaftar dan menggunakan hak pilihnya," jelas Chaidir. (WAHYU KRIDA/B-7)








