PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Saat ini di Kabupaten Murung Raya (Mura) beberapa jenis komoditas tengah dalam masa panen, tidak terkecuali jengkol yang saat ini pohonnya berbuah lebat dan banyak terlihat khususnya di Kecamatan Tanah Siang.

Banyaknya pohon jengkol yang berbuah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menambah penghasilan, pasalnya harga jengkol saat ini cukup tinggi sampai Rp. 20 ribu per Kg.

Akkibatnya, saat ini warga sejumlah desa di Kecamatan Tanah Siang yang semula berporfesi sebagai penyadap karet beralih menjadi penjual jengkol. Hal itu karena saat ini menjadi penjual jengkol tampaknya lebih menjanjikan dibanding menyadap karet.

Seperti di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang contohnya, saat ini banyak masyarakat setempat yang beralih profesi sebagai pencari jengkol dan menjualnya ke pengepul yang saat ini juga mudah didapati dan datang langsung ke desa desa penghasil jengkol.

Apalagi memang di Desa tersebut cukup banyak pohon jengkol sehingga ketika berbuah dan panen seperti saat ini bisa dibilang Desa Konut jadi salah satu desa penghasil jengkol terbesar di wilayah Kabupaten Mura.

--page

Kristiawan warga Desa Konut ketika dibincangi Ppost Jum’at kemarin mengatakan bahwa saat ini dirinya bersama warga lainnya tengah menggeluti usaha dibidang jengkol. Karena memang saat ini sedang masa panen jengkol khususnya di wilayah Kabupaten Mura.

“Saya sebelumnya merupakan penyadap karet, namun saat ini beralih sementara menjadi pencari jengkol dan menjualnya ke pengepul. Itu karena harga jengkol saat ini sedang bagus dan jauh lebih tinggi ketimbang harga karet, jadi penyadap kami tinggalkan sementara,” tuturnya.

Ia mengatakan, dalam waktu sehari mencari jengkol bisa mendapatkan puluhan kilo, bahkan apabila warga yang banyak memiliki pohon jengkol bisa mencapai ratusan kilogram per hari dan tentu bisa diperkirakan keuntungan yang didapatkan.

Akan tetapi kalau mau harga tinggi katanya jengkol harus diolah terlebih dahulu dan dibersihkan kemudian baru dijual ke pengepul, kalau jual langsung habis dipanen tentu harganya rendah.

“Sehari kami bisa mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 200 ribu dari usaha jengkol ini, namun usaha ini tidak bisa menjadi usaha tetap karena tidak sepanjang waktu pohon jengkol berbuah dan bisa dipanen,” tuturnya.

--page

Kursani, salah seorang pengepul jengkol dari Banjarmasin ketika dibincangi mengatakan, ia salah satu pengusaha jengkol yang sangat datang ke Mura ketika masa panen jengkol seperti saat ini.

Terkait harga beli, dirinya mengatakan disesuaikan dengan harga pasar saat ini, yang pasti dirinya hanya membeli jengkol yang sudah dibersihkan dengan harga yang cukup tinggi.

“Sehari kami bisa membeli ratusan kilogram jengkol dari beberapa desa di Kecamatan Tanah Siang, dan jengkol ini akan kami kirim ke Banjarmasin untuk diproses dan diolah,” katanya. (TRISNO/B-5)