BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan akan segera memiliki bangunan Pasar Induk Pertanian. Pasar induk sebagai pusat penjualan hasil pertanian itu dibangun di atas tanah hibah dari warga dengan luas 2.400 meter persegi.
Camat Seruyan Raya, Robi Kurniawan, pasar itu dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 590 juta yang berasal dari program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Pasar ini ditargetkan akan rampung pembangunannya pada Oktober 2020,” kata Robi Kurniawan, Senin, 10 Agustus 2020.
Pihaknya pun berharap proses pembangunan pasar induk ini bisa berjalan dengan lancar, sehingga bisa selesai tepat waktu.
"Saya berharap nantinya pasar ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tapi juga bisa jadi objek wisata baru di Kecamatan Seruyan Raya. Dan diharapkan kondisinya bisa tertata bersih," tandasnya.
--page
Selain itu, Robi Kurniawan menambahkan, pasar ini menjadi pusat penampungan hasil pertanian dari petani di 5 desa wilayah Seruyan Raya.
“Para pedagang sudah menunggu-nunggu hadirnya pasar ini,” katanya.
Dijelaskannya, pembangunan pasar induk ini menggunakan desain dan konsep modern. Selain itu, memiliki fasilitas penunjang layaknya pasar pada umumnya.
“Saya bermimpi pasar ini nantinya memiliki kualitas dan keunikan yang tidak kalah dengan pasar modern lainnya. Diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli untuk bertransaksi,” tutupnya. (FAHRUL/B-11)







