SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kapolres Sukamara AKBP I Gede Putu Dedy Ujiana mengatakan bahwa keberadaan pos terpadu perlu dievaluasi kembali. Terlebih untuk sarana dan prasarana yang ada.

"Dari hasil pengamatan kami, ada beberapa titik penyetopan kendaraan yang dilaksanakan dengan mekanisme pos terpadu," kata Putu Dedy pada rapat evaluasi tentang penanganan covid-19 dan karhutla, Senin, 10 Agustus 2020.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, jika konsep awal pengecekan dilakukan secara lengkap, namun untuk beberapa hari terakhir hanya dilakukan pengecekan manifest saja.

"Jadi alangkah bagusnya kalau misalnya keberadaan pos-pos tersebut kita evaluasi kembali dalam rapat ini," ujarnya.

Selain itu, sarana prasarana pos terpadu yang digunakan untuk kelajukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang memasuki wilayah Kabupaten Sukamara dinilai sudah tidak layak lagi, sehingga membuat sulit bagi petugas yang bertugas.

--page

"Karena sudah ada yang bocor-bocor posnya, peralatan-peralatan yang tidak maksimal dan lain sebagainya. Ini kasihan juga kalau malam-malam dan bagaimana sisi keamanannya," ungkap Putu Dedy.

"Karena ada beberapa kejadian, pada saat malam 1 Juli, ada salah satu post kita yang diserang oleh masyarakat yang dalam kondisi tidak waras, ini artinya mengancam teman-teman kita yang yang sedang bertugas," tambahnya. (NORHASANAH/B-5)