PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pangkalan Bun (BPJAMSOSTEK) bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Barat resmi membuka Kelas Program Vokasi Indonesia Bekerja pada Senin, 10 Agustus 2020.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Barat, Ir. Hepy, M.Si, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun, I Nyoman Hary Sujana; serta Direktur Utama LPP Enter, Sigit Hariyanto.

Kegiatan Vokasi Indonesia Bekerja yang telah digaungkan sejak Mei 2020 ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ir. Hepy, M.Si bertempat di LPP ENTER Pangkalan Bun.

Vokasi Indonesia Bekerja BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun sendiri membuka 5 kelas pelatihan gratis yang bisa dipilih sesuai minat peserta, yaitu Kelas Aplikasi Komputer Perkantoran, Desain Grafis, Manajemen Perkebunan, Diksar Satpam, dan Tata Busana. Sedangkan kelas perdana yang telah resmi dibuka hari ini adalah Kelas Aplikasi Komputer Perkantoran dan Desain Grafis dengan jumlah peserta 17 orang yang sebagian besar sudah pernah bekerja sebelummya.

“Apresiasi dan terimakasih kami sampaikan kepada BPJAMSOSTEK  beserta LPP ENTER yang telah mendukung terciptanya program vokasi ini. Harapan kami tentunya dengan adanya program vokasi ini dapat mengurangi jumlah pengangguran khususnya di Pangkalan Bun,” tutur Hepy, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Barat.

--page

I Nyoman Hary Sujana, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun menambahkan bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara yang ingin mengikuti Program Pelatihan Kerja gratis ini dapat mendaftar langsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun atau bisa juga melalui laman sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.  

Pada kesempatan yang sama Nyoman juga menambahkan, syarat untuk mendaftar vokasi ini adalah Warga Negara Indonesia dengan Nomor Induk Kependudukan Valid, telah atau pernah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 12 bulan masa kepesertaan dan berusia maksimal 50 tahun.

“Selain manfaat peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja, peserta pelatihan nantinya juga akan mendapatkan sertifikat resmi serta uang saku dari Program Pemerintah melalui Vokasi Indonesia Bekerja BPJAMSOSTEK ini,” tandas Nyoman. (ADV/B-7)