BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terdapat ungkapan yang sering diucapkan warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 'Barang siapa sudah meminum air Sungai Arut maka yang bersangkutan akan kembali lagi ke Pangkalan Bun’.
Mungkin maksud ungkapan tersebut yang bersangkutan akan kembali lagi karena terkenang keindahan kota kecil yang sudah 12 kali menggondol piala Adipura ini.
Selain Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang sudah mendunia, masih ada lagi potensi wisata menarik yang bisa dicapai dengan cara mudah, lantaran keberadaannya di tengah Kota Pangkalan Bun.
Potensi wisata tersebut adalah Sungai Arut dan kehidupan masyarakat yang mendiami pinggiran sungai sepanjang 250 kilometer dan yang dapat dilayari 100 kilometer ini.
Pasalnya beragam kehidupan sosial masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai inilah yang bisa dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berbagai kegiatan di pinggir sungai.
--page
Banyaknya kelotok penyeberangan atau yang biasa disebut getek, selain bisa mengantarkan untuk ke kawasan perkampungan di seberang sungai, juga bisa menjadi sarana susur sungai.
Motoris getek, siap mengantarkan wisatawan berkeliling menyusuri Sungai Arut melihat perkampungan yang rumahnya rata-rata menghadap ke badan sungai.

Selain itu, di kawasan seberang, masih ada spot yang menarik untuk digali. Contohnya yaitu keberadaan Pecinan yang ada di kawasan Kelurahan Raja Seberang yang merupakan bukti harmonisasi kehidupan antara suku Melayu, Dayak dan Tionghoa di Kabupaten Kobar.
Karena saat ini kegiatan bersepeda sedang hits, bagi penggemar kegiatan bersepeda, keliling kawasan seberang sungai sambil gowes tentunya sangat menyenangkan.
Kapan lagi bisa gowes santai di jembatan kayu ulin atau yang biasa di sebut gertak, sambil menikmati pemandangan eksotis di pinggir sungai dan keliling perkampungan masyarakat, sambil berswafoto dengan latar belakang rumah tua yang banyak ditemui ditempat itu.
--page
Bagi pegowes yang ingin merasakan sensasi bersepeda santai di perkampungan seberang sungai, bisa memanfaatkan getek untuk menyeberangkan diri dan sepeda atau bisa gowes menyeberangi jembatan Kotawaringin di Kelurahan Baru.
Bila wisatawan ingin menikmati kuliner tradisional khas Kabupaten Kobar, tempatnya sangat banyak.
Terdapat cafe atau warung masyarakat yang menjual makanan tradisional seperti Coto Mangala yang berada di pinggiran Sungai.

Kemudian, di kawasan pinggiran Sungai Arut, juga terdapat Kampung Sega, Water Front City, Kelurahan Mendawai. Ditempat tersebut bisa bersantai sambil menikmati jajanan yang dijual ditempat tersebut.
Sensasi menikmati suasana pinggiran Sungai Arut bukan hanya itu saja. Bila kondisi muka air meninggi seperti saat ini, bisa disaksikan kegiatan unik dari masyarakat yang hidup di pinggiran sungai yaitu Bekanjur atau belarut.
--page
Sambil bergerombol, warga mengggunakan ban atau pelampung dari bagian hulu, kawasan Kelurahan Baru hingga ke Kelurahan Mendawai. Kegiatan bermain air ini biasanya dilakukan warga setempat saat sore hari. (WAHYU KRIDA/B-5)








