KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas telah menyalurkan bantuan budidaya ikan sistem bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk 3 pesantren.

Adapun 3 pesantren itu yakni Pesantren Babussalam, Pesantren Al-Amin Sei Tatas, dan Pesantren Muhajirin Antang.

Kepala Dinas Perikanan Kapuas, Darmawan mengatakan penyaluran bantuan itu bertujuan untuk memberikan edukasi bagi anak didik dan memenuhi konsumsi kebutuhan pesantren, serta dapat dijadikan untuk bisnis kalangan pesantren.

"Bantuan bioflok ini merupakan program budidaya baru dan sekarang banyak diminati oleh masyarakat. Sistem ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas," kata Darmawan, Selasa, 11 Agustus 2020.

Ia menjelaskan, bioflok merupakan kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, ataupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan (floc). Dalam budidaya perikanan, gumpalan-gumpalan bahan organik ini nantinya akan menjadi pakan bagi komoditi yang dibudidayakan.

--page

Darwaman menekankan, bioflok ini merupakan salah satu sistem dengan pemberian bibit ikan yang ada di dalam kolam bundar dan tidak menyusahkan, sangat praktis. Karena kolam berlapis terpal yang tidak mudah rusak, dan produksi ikan lebih tinggi dibandingkan kolam galian tanah.

“Padat tebarnya lebih tinggi dibanding dengan budidaya di kolam tanah. Kalau bioflok dengan diameter 3 meter saja bisa menghasilkan 3 ribu ekor, bahkan kalau dimaksimalkan bisa sampai 5 ribu ekor. Jauh ratusan kali lipat dibandingkan dengan kolam galian tanah. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi, hanya saja pengolahan airnya yang rumit,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan budidaya ikan di wilayah Kabupaten Kapuas termasuk unggul. Untuk itu, pihaknya akan tetap mengawasi dan membina para kelompok melalui penyuluh. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)