BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pendidikan Kobar tengah mempersiapkan pola pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Disdik Kobar M Rosehan Pribadi mengatakan, Disdik berkolaborasi dengan Dinkes untuk membuat pola atau mekanisme pembelajaran ditengah pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan, apabila nanti pemerintah mengizinkan pelaksanaan sekolah tatap muka.
"Saat ini dalam proses administrasi, jadi apabila nanti Kobar sudah masuk zona kuning atau hijau dan sekolah langsung diperbolehkan, sekolah - sekolah kita sudah siap," ujarnya, Jumat, 14 Agustus 2020.
Disampaikannya, bahwa juknis penerapan protokol kesehatan di sekolah telah siap. Jadi tahapannya ialah proses administrasi dan nanti akan dilakukan pengecekan di lapangan.
Secara keseluruhan, jumlah sekolah dibawah Disdik Kobar, SD sekitar 210 dan SMP sekitar 70 sekolah. Sehingga diperkirakan pemeriksaan sekolah rampung pada September 2020 mendatang.
--page
Nantinya, jika proses belajar langsung diizinkan wajib untuk sekolah menyiapkan tempat mencuci tangan atau hand sanitizer, pemberian jarak di rungan serta pengurangan jam belajar.
"Pelajar diruangan kelas diberi jarak 1,5 meter. Maksimal dalam ruangan 18 anak. Kemudian ditentukan turun anak dimana, jemput dimana, harus disiapkan semua. Pintu masuk kalau punya dua, dibedakan mana masuk mana keluar," ungkapnya.
Selanjutanya juga pengurangan jam belajar siswa, yang biasannya satu mata pelajaran 40 menit menjadi 30 menit. Kemudian kantin tidak ada dan juga tidak ada kegiatan olahraga.
"Pelajar bawa makanan sendiri karena kantin tidak buka. Hal ini semua bila saatnya nanti diizinkan, mungkin bila Kobar masuk zona Hijau atau Kuning nanti," pungkasnya. (DANANG/B-5)








