SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ledakan angka kelahiran bisa menjadi masalah baru bagi pemerintah daerah.

"Dalam bidang sosial dan kependudukan, lonjakan angka kelahiran atau baby boom bisa jadi persoalan baru. Dan ini menjadi perhatian kami," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim Ellena Rosie, Minggu, 16 Agustus 2020.

Angka kelahiran sendiri sudah mulai mengalami peningkatan di Kotim ini. Hal itu terjadi, karena ditengah pandemi lebih banyak keluarga berdiam diri di rumah. Dibandingkan hari normal, yang sibuk dengan pekerjaan, terutama laki-laki menjadi tulang punggung keluarga. 

Lebih banyaknya waktu berkumpul tersebut, kemungkinan ibu hamil alami peningkatan. Sehingga hal inilah yang menjadi perhatian pihaknya. Agar masyarakat bisa mengatur jarak keturunan mereka. 

"Pemerintah tidak melarang warga punya anak. Namun diharapkan warga mengatur jarak kelahiran. Agar menghasilkan rumah tangga yang sejahtera," kata Rosie. 

--page

Pihaknya sendiri saat ini terus mengoptimalkan program KB untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut. Hal itu dilakukan, agar ada penundaan hamil, sehingga tercipta keluarga yang berkualitas. 

"Dengan mengoptimalkan program KB, kami optimis ledakan kelahiran tidak terjadi di Kotim nantinya," terang Rosie. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)