PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pemerintah kabupaten akan mengedepankan pencegahan.

Hal ini disampaikan Bupati Kobar Hj Nurhidayah yang juga Komandan Satgas Penanganan Karhutla saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, Selasa, 18 Agustus 2020.

"Dalam menghadapi musim kemarau dan potensi Karhutla, pada umumnya kita mengedepankan upaya pencegahan. Sebab, mencegah lebih baik dari pada menangani," ujar Hj Nurhidayah.

Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla dipimpin Bupati Kobar selaku Dansatgas Kalrhutla didampingi Dandim 1014 Pbn Letkol Arh Drajad Tri Putro. Leading sektor BPBD Kobar diikuti oleh Polres Kobar, Kejari Kobar, unsur SOPD dan unsur terkait dalam Satgas penanganan Karhutla Kobar.

Hj Nurhidayah berharap tim Satgas Karhutla beserta lintas sektor supaya terus bergerak, memetakan wilayah-wilayah yang rawan Karhutla, untuk terus digencarkan terkait sosialisasi Karhutla.

--page

"Saat ini yang penting adalah upaya pencegahan, karena kalau sudah terjadi karhutla maka akan sulit mengendalikannya," tuturnya.

Bupati mengungkapkan ada 3 wilayah Kecamatan yang masuk rawan Karhutla yakni Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Lama dan Kecamatan Kumai.

"Kita bersyukur di tahun ini, berdasarkan data BMKG wilayah Kobar masuk kemarau basah. Kita berharap semoga tahun ini tidak terjadi Karhutla seperti tahun lalu," pungkasnya. (DANANG/B-7)