SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dunia olahraga bulutangkis di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berduka. Karena seorang olahragawan meninggal dunia saat bermain, Selasa, 18 Agustus 2020 malam. 

Hal itu menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim dan juga cabang olahraga (cabor) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) setempat. Terkait itu, diimbau kepada pecinta olahraga tersebut, agar memerhatikan kemampuan fisik.

"Yang mengetahui kondisi fisiknya adalah olahragawan sendiri. Jangan dipaksakan atau diporsir, kalau sudah capai lebih baik istirahat dan jangan dipaksakan," kata Sekretaris KONI Kotim, Andri Rizky Agustian, Rabu, 19 Agustus 2020. 

Olahraga memang baik untuk menjaga kondisi dan kebugaran tubuh. Namun, kalau dipaksakan saat fisik melemah malah berbahaya.

Sementara itu, Sekretaris PBSI Kotim Cindra juga mengharapkan agar atlet bulutangkis bisa lebih memerhatikan kondisi badannya.

--page

"Kalau memang lagi kurang fit, maka tidak usah olahraga dulu. Karena olahraga bulutangkis membutuhkan fisik yang prima," kata Cindra.

Selain itu dia juga mengajak semua pegiat olahraga Kotim agar mendoakan almarhum. Serta menjadikan peristiwa itu untuk pembelajaran ke depan. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)