BORNEONEWS, Sampit - Pendidikan non formal yang berbasis vokasional membantu program pemerintah mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
"Pendidikan non formal lebih mengedepankan pelatihan kerja. Sehingga, saat selesai melewati pendidikan 1 tahun tersebut, mereka sudah memiliki kemampuan dan siap kerja," kata Bupati Kotim, Supian Hadi, Rabu, 19 Agustus 2020.
Pendidikan non formal juga lebih fokus pada kemampuan peserta didik, dibandingkan sekedar memberi pengetahuan. Sehingga, mereka bisa menggunakannya sebagai alat membuka pekerjaan bagi diri sendiri atau mendaftar ke sejumlah perusahaan.
Dia mengatakan, saat ini lulusan pendidikan memiliki 2 kendala. Pertama tidak memiliki jiwa wirausaha. Sehingga, orientasi mereka hanya ingin menjadi pekerja terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS) .
"Padahal kalau mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, maka akan terwujud masyarakat yang sejahtera di Kotim ini," kata Supian.
--page
Kedua, yakni lulusan pendidikan tidak memiliki keahlian dalam bidang kehidupan. Sehingga hal itu sangat berpengaruh besar terhadap meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan.
Semua itu disampaikan Supian Hadi saat menghadiri wisuda LPP Quantum Sampit. Ada 108 peserta didik yang mengikuti program itu tahun ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








