TEMPO.CO, Jakarta - Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Lukman Hakim, terkejut karena videonya soal omnibus law RUU Cipta Kerja terpampang di akun Instagram Jaringan Bonus Demografi. Dia mengaku bukan bagian dari jaringan tersebut.
"Saat itu saya diundang sebagai pembicara webinar mengenai RUU Omnibus Law," kata Lukman kepada Tempo, Selasa 18 Agusus 2020. Webinar itu diselenggarakan pada akhir Juni lalu.
Usai menjadi pembicara, tim panitia webinar sempat mengambil video untuk keperluan dokumentasi.
"Di video itu saya juga diminta berbicara mengenai pendapat tentang RUU tersebut sesuai dengan keilmuan saya," katanya. Dia tidak menyangka video tersebut justru menjadi media kampanye dukungan terhadap RUU Cipta Kerja yang kontroversional itu.
Menurut Lukman, keberadaan Omnibus Law memang sangat dibutuhkan. "Untuk mengatasi persoalan tumpang tindih peraturan yang menyebabkan investor takut masuk Indonesia," katanya.
--page
Undang-Undang itu semakin besar manfaatnya di tengah wabah yang membuat ekonomi terseok-seok.
Hanya saja, dia menganggap tidak memiliki kapasitas untuk membicarakan detail isi dari RUU tersebut. Alasannya, isi RUU itu memiliki banyak aspek, bukan hanya ekonomi yang dia kuasai. "Bahwa keberadaan Omnibus sangat diperlukan, ya saya sepakat," katanya.
Sedangkan isi dari rancangan beleid itu memang masih perlu dibicarakan lebih lanjut. Terutama pada pasal-pasal yang masih menjadi kontroversi.
Kepada Tempo, Lukman mengaku tidak mendapat bayaran dari pembuatan video tersebut. "Tidak ada bayaran, hanya ada honor sebagai pembicara webinar," katanya.
Selama ini, Lukman memang dikenal sebagai ekonom yang sering menjadi pembicara di berbagai seminar dan diskusi. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan di FEB UNS. Saat ini, nama dia juga tercatat sebagai Komisaris Independen Bank DKI.
Sedangkan nama Jaringan Bonus Demografi menjadi pembicaraan beberapa waktu terakhir. Jaringan itu disebut-sebut telah mengorganisir sejumlah pesohor untuk mendengungkan tagar #indonesiabutuhkerja.
(TERAS.ID)








