BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini mendukung pemerintah kabupaten mengambil alih pembangunan pasar Mangkikit. Pasalnya, pihak ketiga yang membangun dianggap gagal karena sampai kini belum fungsional.
"Kita dukung langkah pengambil-alihan pembangunan itu, karena memang pemerintah berperan untuk pembangunan pasar tersebut," kata Khozaini, Kamis, 20 Agustus 2020.
Selain itu juga sebagai bentuk keberpihakan dana pemerintah untuk sektor-sektor ekonomi masyarakat kelas bawah.
Khozaini merupakan salah satu pedagang di pasar yang kini direlokasi di kawasan terminal Kodim 1015 Sampit. Dia juga mengakui pembangunan pasar tersebut harusnya rampung dalam waktu 8 hingga 10 bulan.
Itu juga sesuai dengan janji pihak ketiga saat itu. Namun dalam perjalanannya ternyata ada masalah sehingga belum rampung sampai bertahun-tahun.
--page
Pedagang memprotes karena sebagian dari mereka umumnya membayar lunas biaya kios. Dari itu terkait dengan dana yang sudah disetor pedagang itu didesak agar diselesaikan dengan baik.
Dia menambahkan, peletakan batu pertama pembangunan pasar tersebut dilaksanakan pada 22 Februari 2015 lalu. Pembangunan pasar yang saat itu diperkirakan akan menghabiskan dana lebih dari Rp 20 miliar tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga selaku investor yakni PT Heral Eranio Jaya.
Pasar Mangkikit dibangun tiga lantai dengan rencana awal berkapasitas 578 kios. Selama pasar itu dibangun, pedagang dipindah ke lokasi penampungan di samping Kodim 1015 Sampit, atau di belakang Pasar Mangkikit hingga kini. (NACO/B-11)








