BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus meningkatkan pembangunan infrastruktur. Salah satunya pembangunan jembatan cabel stayed Sungai Arut yang ditargetkan rampung dalam waktu 3 tahun.
Kepala Dinas PUPR Kobar, Junni Gultom mengatakan jembatan yang akan dibangun merupakan type kelas A dengan tonase 25 ton dengan lebar 9 meter dan panjang bentang 100 meter. Jembatan ini membentangi Sungai Arut untuk menggantikan jembatan yang ada saat ini.
"Mengimbangi pertumbuhan perekonomian di Kobar yang sangat pesat, sehingga atas instruksi bupati, maka kami harus meningkatkan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi sentral perekonomian masyarakat," ujarnya, Kamis 20 Agustus 2020.
Gultom mengungkapkan jembatan Sungai Arut saat ini kondisinya sudah sangat tidak memungkinkan dan perlu pembangunan.
Sebab jembatan penghubung antar kabupaten, bahkan Provinsi Kalimantan Barat, sehingga ini menjadi skala prioritas mengingat mobilitas saat ini semakin meningkat dan perlu ditunjang kondisi jembatan yang memadai.
--page
Gultom mengatakan saat ini pengerjaan jembatan cabel stayed memasuki proses pengecoran abutmen pada bagian bawah jembatan dan proses pengerjaannya sudah sampai pada tahap 6 pekerjaan Jembatan Cabel Stayed.
"Harapan kami pembagunan jembatan ini selesai dalam waktu 3 tahun. Jembatan ini sebagai icon jembatan termegah di bagian barat Kalimantan Tengah, tepatnya Sungai Arut Pangkalan Bun. Jembatan cabel stayed akan terkoneksi dengan destinasi Sungai Arut seperti Kampung Sega dan susur sungai," katanya.
Saat ini pihaknya sedang berkomunikasi dengan PUPR Provinsi Kalimantan Tengah agar berkenan membantu bangunan bagian atas. Pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR. (DANANG/B-6)








