KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Tingkat kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di dua wilayah kecamatan di Kabupaten Katingan dinilai tinggi dibanding dengan 11 wilayah kecamatan yang ada.

Dua wilayah kecamatan itu, yakni Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala. Sejauh ini dua wilayah kecamatan itu sudah ditemukan titik api, namun kemudian dapat dipadamkan seperti di Desa Kampung Keramat Kecamatan Katingan Kuala.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Katingan, Hap Baperdo, Sabtu, 22 Agustus 2020. "Tapi ini hanya berlaku untuk tanggal 22 Agustus 2020 hari ini, dan untuk besok dan selanjutnya bisa saja berubah," ujar Hap Baperdo.

Prakiraan ini berdasarkan, sebut Hap Baperdo berdasarkan analisa parameter cuaca Dinas Lingjungan Hidup Kabupaten Katingan, yakni berdasarkan perhitungan indeks bahaya karhutla atau FDRS. "Yaitu curah hujan, temperatur udara, kelembaban udara dan jumlah hari tanpa hujan serta tingkat kekeringan vegetasi," katanya.

Hap mengatakan, untuk Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala tingkat kerawanan Karhutla yang dinilai tinggi ditandai warna kuning.Sementara 11 wilayah kecamatan lainnya status tingkat kerawanan Karhutla rendah hingga sedang yakni lahan lembab dan tidak mudah terbakar serta sedang sebutkan lokasi tertentu lahan kering, dapat terbakar dan api dapat dikendalikan. Sedangkan wilayah kecamatan yang ekstrim atau ditandai dengan garis merah hingga saat ini masih belum ada.

--page

Menurut Hap Baperdo, saat ini di wilayah Kabupaten Katingan meski memasuki musim kemarau namun masih ada hujan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir curah hujan kembali tinggi terutama wilayah hulu atau Utara Katingan. (ABDUL GOFUR/B-5)