KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Warga di bagian hilir Kabupaten Katingan seperti Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan wilayah Kecamatan Katingan Kuala sejak setahun ini mulai ramai-ramai pesan dan membuat katinting atau kelotok yang bodinyanya mirip speedboat.

Biasanya kelotok jenis katinting ini oleh warga digunakan untuk hiburan, terutama setiap sore setelah bekerja atau mencari ikan, yakni untuk aksi balapan di sungai.

Karena memiliki kecepatan di atas rata-rata, sehingga warga memberi nama kelotok yang mirip body seepdboat, namun ukurannya agak panjang dan terbuat dari kayu ini dengan debutan katinting.

Kecepatan atau laju katinting ini tergantung dengan mesin yang dipasang pada body. Biasanya warga memakai mesin 16 Hp maupun 22 Hp. Dengan mesin itu kecepatan yang dihasilkan rata-rata bisa melaju di air hingga 85 kilo meter per jam.

Menurut Tindun, seorang perajin katinting di Desa Talingke, Minggu 23 Agustus 2020 mengatakan, dia sejak 2 tahun terakhir kerap mendapatkan pesanan pembuatan kelotok katinting ini baik dari warga desa maupun warga kecamatan lainnya di Katingan baik di bagian hilir maupun bagian hulu.

--page

Tindun mengaku sejauh ini dirinya sudah membuat puluhan katinting pesanan warga. "Kalau yang ini pesanan warga Kasongan, katinting ini sudah siap pakai dan tinggal mengambilnya saja," ujarnya.

Tindun mengaku untuk menyelesaikan satu unit katinting butuh waktu sekitar 1 Minggu. "Kalau ada pesanan semua bahan dari kita termasuk mesinnya harganya berkisar Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per unit tergantung besar kecilnya body dan mesin," katanya.

Di Talingke, ujarnya biasanya katinting mulai dimainkan pada sore hari. Beberapa katinting biasanya diadu kecepatan di Sungai Katingan desa itu. Tujuannya hanya sebatas untuk hiburan bagi warga.

"Apalagi informasinya mau ada kegiatan lomba katinting dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 75 di Desa Tumbang Runen dalam waktu dekat. Kalau rencana itu jadi mungkin akan banyak peserta yang ikut dari beberapa kecamatan di Katingan ini," imbuhnya.

Sejauh ini transportasi air jenis kelotok masih menjadi andalan warga, terutama di wilayah hilir Katingan, sehingga tidak heran warga mulai tertarik balapan di sungai atau air menggunakan katinting. (ABDUL GOFUR/B-6)