TEMPO.CO, Jakarta - Rusia telah mengumumkan harapannya untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19 potensial menjadi sekitar 6 juta dosis dalam sebulan. Menteri Perindustrian Denis Manturov membuat klaim yang membahas produksi vaksin saat ini, diperkirakan antara 1,5 juta dan 2 juta dosis per bulan.
Fox News, Minggu, 23 Agustua 2020, melaporkan bahwa klaim tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa negaranya telah mengembangkan vaksin pertama untuk memerangi Covid-19. Putin juga menggambarkan vaksin yang dijuluki Sputnik V itu cukup efektif.
Pengujian skala besar dari vaksin, yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya Moskow, itu akan dimulai di Rusia minggu ini pada 40 ribu orang. Gamaleya mengembangkan vaksin itu bekerja sama dengan Russian Direct Investment Fund.
Vaksin itu belum melalui uji coba lanjutan yang biasanya diperlukan untuk membuktikan bahwa vaksin itu berfungsi sebelum lisensi. Namun, Rusia telah memutuskan untuk terus maju dengan merilis vaksin baru itu.
Sementara itu, pejabat kesehatan dan pemimpin dunia mengkritik Rusia karena dianggap terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan dan melakukan tahap pertama uji klinis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa tinjauan yang ketat dan penilaian vaksin diperlukan sebelum kelompok vaksin dapat direkomendasikan penggunaannya, demikian dilaporkan Indian Express.
--page
Sebelumnya, pengumuman dari otoritas kesehatan setempat yang menyetujui vaksin boleh diedarkan luas itu juga memicu kekhawatiran di antara para ahli kesehatan global. Mereka mengatakan bahwa tanpa data uji coba lengkap, vaksin tersebut sulit dipercaya, dan caranya dinilai sembrono karena belum melakukan uji coba skala besar.
(TERAS.ID)








