BORNEONEWS, Sampit - Bocah perempuan berumur 6 tahun yang menjadi korban penganiayaan diduga dilakukan oleh ibu kandung dan kekasihnya, saat ini masih dalam perawatan.
Borneonews.co.id sempat berbincang dengan korban dan datuknya. Korban curhat bahwa dirinya ingin segera sembuh dan bisa secepatnya masuk sekolah.
"Nanti kalau saya sembuh dan tangan saya tidak sakit lagi, saya ingin dibelikan baju sekolah, biar bisa sekolah dasar (SD)," ujar korban kepada wartawan.
Dia mengaku sangat ingin bersekolah agar bisa berteman dengan kawan-kawan seumurannya. Dia juga mengaku sangat ingin mengenyam pendidikan di tingkat SD.
Sementara itu, datuk korban mengatakan bahwa sebelumnya korban sudah bersekolah di Taman Kanak-Kanak dan tinggal bersama dirinya. Namun ketika hendak dimasukan ke SD, hal itu tidak bisa dilakukan akibat korban tidak memiliki kartu keluarga (KK).
--page
"Saat hendak saya masukan ke SD, tidak bisa dilakukan karena tidak memiliki KK," kata datuk korban.
Dirinya sempat berupaya agar cicitnya tersebut di masukan ke KK keluarganya. Tetapi saat tiba di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), tidak bisa karena tidak ada persetujuan dari ibunya.
Sehingga, hal itulah yang menjadi penghalang korban untuk melanjutkan sekolahnya di tingkat SD. Meskipun begitu, sang datuk setelah kejadian ini akan berusaha agar anak tersebut bisa sekolah.
"Saya akan berusaha untuk menyekolahkan cicit saya ini. karena orangnya pintar dan sekolah adalah keinginannya sendiri. Mudah-mudahan nanti lebih dipermudah dan bisa mendapat tanda tangan dari ibunya," harap Datuk korban. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








