PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya telah menangani 7 lahan yang terbakar, terhitung sejak 1 Januari hingga 22 Agustus 2020,

Supervisor PUSDALOPS-PB, Balap Sipet mengatakan, dilihat dari data akumulatif kebakaran hutan dan lahan per kecamatan sejak awal Kecamatan Jekan Raya terdampak terbanyak, yakni seluas 5 hektare dengan 9 kejadian.

Selanjutnya, Kecamatan Bukit Batu luasan lahan terdampak sebanyak 2 hektare dengan 1 kejadian serta Kecamatan Pahandut dengan luasan terdampak seluas ¼ hektare dengan 1 kejadian.

"Sedangkan untuk Kecamatan Rakumpit dan Sebangau tidak ada kejadian karhutla sejauh ini," ujar Balap, Selasa 25 Agustus 2020.

Kecamatan Jekan Raya tepatnya di Kelurahan Bukit Tunggal terdapat 5 kejadian karhutla dengan luasan lahan terdampak sebanyak 4 hektare.

--page

Kemudian Kelurahan Menteng dengan 2 kejadian serta ¾ hektare luas kawasan terdampak, dan Kelurahan Petuk Katimpun dengan 2 kejadian dan ¼ hektare lahan terbakar.

Sementara di Kecamatan Pahandut di Kelurahan Tanjung Pinang, terdapat 1 kejadian dengan luasan lahan terbakar sebanyak ¼ hektare. Serta di Kecamatan Bukit Batu di Kelurahan Sei Gohong terdapat 1 kejadian dengan 2 hektare lahan terbakar.

Terkait itu, Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mempersiapkan upaya pencegahan karhutla jauh sebelum pandemi Covid-19.

"Meskipun konsentrasi terbagi dengan upaya percepatan penanganan Covid-19, namun tidak lengah dalam menangani karhutla," ujarnya.

Menyambut puncak kemarau mendekati akhir tahun ini, BPBD telah menyediakan call center karhutla di nomor telepon 08125094336, serta sosial media BPBD Kota Palangka Raya.

"Selain itu bisa langsung melapor ke kantor BPBD di Jalan Badak. Pada prinsipnya kepada masyarakat kami ingatkan untuk kenali ancaman karhutla dan kurangi resikonya," pungkas Emi. (HENDRI/B-11)