PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat penerima BST membludak dan tidak menerapkan physical distancing di Kantor Pos Pangkalan Bun, Selasa, 25 Agustus 2020. Padahal teknis pembagian sudah diatur Dinas Sosial Kotawarignin Barat.

"Sebenarnya kami sudah melakukan pembagian waktu kedatangan dan pengambilan BST, agar bisa diterapkan protokol kesehatan berupa physical distancing. Namun ternyata individu yang mengambil bantuan ingin cepat-cepat sehingga menumpuk di  lokasi," jelas Kepala Dinas Sosial Kotawaringin Barat, Akhmad Yadi.

Akhmad Yadi menjelaskan, pelaksanaan pembagian BST pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kelurahan Sidorejo dan Kelurahan Madurejo hari ini akan menjadi bahan evaluasi.

"Mulai besok, kita akan melakukan pengaturan sedemikian rupa, agar penumpukan masyarakat seperti hari ini tidak terulang," jelasnya.

Dia menambahkan, hari itu dibagikan BST pada 342 KPM dari Kelurahan Sidorejo dan 242 KPM dari Kelurahan Madurejo.

--page

"Bila semula yaitu pada bulan April, Mei dan Juni sebesar Rp 600 ribu, kemudian diperpanjang mulai Juni hingga Desember sebesar Rp 300 ribu per bulan. Jadi hari ini lantaran mereka menerima untuk 2 bulan sekaligus, maka KPM mendapatkan BST sebesar Rp 600 ribu," jelas Akhmad Yadi.

Dia menjelaskan jumlah penerima BST di Kabupaten Kobar sebanyak 5478 KPM.

"Penyerahannya ada yang dilakukan di Kantor Pos, ada juga yang komunal di kelurahan dan desa bagi yang lokasinya di luar kota," jelas Akhmad Yadi. (WAHYU KRIDA/B-11)