BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo menduga tidak menutup kemungkinan banyak adminitrasi kependudukan yang beredar di Kotim ini palsu.
Itu disampaikannya setelah terbongkarnya sindikat pemalsuan terhadap dokumen administrasi kependudukan oleh tiga orang tersangka yang salah satunya melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara.
“Saya khawatir jangan-jangan di masyarakat banyak beredar KTP ataupun KK palsu yang mana diproduksi dari sindikat yang ditangkap aparat Kepolisian baru-baru ini,” kata Handoyo seusai pertemuan dengan Dinas Kependukan Pencatatan Sipil serta Dinas Tenaga Kerja, Selasa, 25 Agustus 2020.
Handoyo menyebutkan hal itu terjadi lantaran masyarakat tidak mau mengurus langsung ke Kantor Dukcapil Kotim. Akhirnya menggunakan jasa calo ataupun oknum tertentu.
“Ini kami harapkan jadi evaluasi pemerintah supaya bisa mengupayakan agar bisa mempermudah dan menyederhanakan segala syarat untuk mengurus adminduk itu,” ucapnya.
--page
Handoyo menyebutkan selama ini masyarakat banyak mengeluh rumitnya pengurusan administrasi kependudukan.
Sistem jemput bola pelayanan yang pernah dilakukan dinilai sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang ada di pelosok. Upaya semacam itu harus terus dilakukan agar semua masyarakat terdaftar di pencatatan sipil. (NACO/B-6)








