SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anak adalah hadian terindah yang diberikan Allah kepada umatnya, sehingga sudah sepantasnya dan seharusnya disayangi dan dikasihi. Bukan malah dipukuli atau dianiaya hingga harus diberikan perawatan.

Pesan ini disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amin Sampit Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar.

Dia menanggapi kasus penganiayaan seorang ibu bersama kekasihnya kepada seorang anak perempuan yang masih berumur 6 tahun hingga mengalami luka-luka dan lebam, bahkan tangan kirinya patah.

"Aksi ini bukanlah hal yang terpuji, bahkan bisa dikatakan sudah melebihi binatang. Karena binatang juga tidak seperti itu dengan anaknya," ujar Ustadz Rayyan, Selasa 25 Agustus 2020.

Ustadz Rayyan berharap apa yang terjadi ini menjadi sebuah pembelajaran berharga bagi masyarakat di Kotim khususnya maupun di Kalteng umumnya.

--page

Jangan sampai kasus yang sama terulang kembali, karena akan membuat anak teraoma baik secara mental dan fisikis.

Dia mengatakan anak adalah hadiah terindah untuk umat manusia. Bagaimanpun kondisinya saat dilahirkan dan ketika dibesarkan, tetap saja anak adalah suatu karunia yang harus disyukuri.

"Tidak sedikit orang yang mengharapkan memiliki anak, namun belum juga mendapatkannya. Sehingga, kalau kita sudah diberi Allah kepercayaan memiliki anak, maka jagalah anak tersebut dengan baik," katanya.

Anak bukanlah sebuah ujian, namun anak adalah anugrah yang harus dijaga. Bukan malah disakiti. Hanya karena sesuatu hal dan permasalahan, yang berkaitan dengan prilaku anak yang masih kecil.

"Anak 6 tahun atau belum berakal dalam Islam tidak boleh dipukul, walau hanya pelan. Jadi kalau ada orangtua yang menyiksa anaknya, maka itu sudah diluar norma dan ajaran agama Islam," terangnya.

--page

Dia mendoakan kepada pelaku penganiayaan anak tersebut agar bisa segera bertaubat dan mengakui perbuatannya dan hal yang utama, adalah pelaku bisa sadar dan tidak lagi melakukan hal yang sama dikemudian hari.

"Mari kita umat muslim di Kotim mendoakan agar anak yang jadi korban bisa segera sembuh, diberikan keberkahan, diberikan keimanan, kecerdasan, dan selamat dunia akhirat," doanya.

Ustadz Rayyan juga berpesan kepada masyarakat agar jangan sekali-kali menyentuh narkoba atau minuman keras. Karena dampaknya bukan hanya memabukan saja, namun merusak akal sehat hingga bisa melakukan dosa-dosa lainnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)