SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anak perempuan berumur 6 tahun yang jadi korban penganiayaan ternyata juga diselamkan di dalam baskom berisi air. Hal itu dilakukan oleh kekasih ibu korban, dengan dalih supaya anak tersebut bisa diam dan cepat tidur. 

"Dari pengakuan tersangka, dirinya memasukan korban dalam ember agar anak tersebut bisa segera tidur," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu, 26 Agustus 2020. 

Korban diselamkan di baskom tersebut sekitar 10 detik. Pelaku menyebut, perbuatannya itu dilakukan supaya anak bisa jera dan tidak menangis lagi. Namun, apa yang dilakukan oleh tersangka bukannya membuat tidur, tetapi malah menangis. 

"Jadi kekasih ibu korban ini sangat tega. Dia menganiaya bukan hanya memukul dan menendang saja, namun juga merendam wajah korban ke baskom," kata A H Jakin. 

Alasan pelaku itu membuat banyak pihak geram. Sebab, seharusnya anak tidak pantas dianiaya karena sangat membahayakan bagi mentalnya.

--page

Seperti diberitakan, korban dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri bersama sang kekasih.  Keduaya sudah ditangkap aparat kepolisian. Saat ini, sedang mempertanggungjawabkan perbuatannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)