BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Madarasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Kapuas selama memasuki adaptasi kebiasaan baru melakukan pembelajaran menerapkan dua metode pembelajaran. Selain dalam jaringan (Daring) atau secara online, juga menerapkan luar jaringan (Luring) atau offline. Hal itu dinilai cukup efektif serta efisien.
Guru Kelas MIN 3 Kapuas, Azhar l mengatakan, khusus untuk luring, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari membatasi jumlah peserta didik atau tidak lebih dari 10 murid, menjaga jarak sewaktu pembelajaran dan lain-lain.
“Sebagai guru Matematika, pembelajaran secara luring ini terbukti efektif, karena untuk mapel matematika banyak hal-hal yang harus dijelaskan secara rinci dan jelas untuk itu perlu pembelajaran tatap muka ini,” kata Azhar, Rabu, 26 Agustus 2020.
Azhar menuturkan, penggunaan metode daring melalui online untuk mapel Matematika dirasa kurang efektif. Selain itu, lanjut dia, tidak semua anak didik mahir menggunaan WhatsApp (WA) sebagai media online grup pemberian pembelajaran dan tugas.
“Metode pembelajaran secara daring menurut saya kurang efektif, karena tidak semua siswa mahir menggunakan android serta pengaruh jaringan di wilayah MIN 3 Kapuas yang tidak stabil," bebernya.
--page
Sementara itu, Kepala MIN 3 Kapuas Saliman mengungkapkan bahwa di sekolah yang di pimpinnya tersebut memang masih minim jaringan internet bahkan untuk memasang Wifi saja masih belum ada jaringannya.
Selain itu, ia juga membenarkan bahwa sebagian peserta didik maupun wali murid masih kurang mengerti menggunakan internet melalui aplikasi WA dan sebagainya.
“Mengingat kondisi madrasah yang jauh dari kota, saya memberikan dua alternatif dalam hal pembelajaran untuk anak didik yaitu metode daring dan luring. Silahkan guru-guru menerapkan yang mana yang efektif dan efesien untuk siswa belajar. Tapi ingat, setiap pembelajaran tetap selalu ingatkan pentingnya menjaga kesehatan terutama masih pada musim pandemi ini," ucap Saliman. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)








