BORNEONEWS, Sampit - Anak perempuan berumur 6 tahun yang jadi korban penganiayaan oleh ibu kandung dan kekasihnya, sudah dirujuk ke Palangka Raya.
Saat hendak dirujuk, di dalam ambulan korban sempat berucap mohon doa dari masyarakat agar cepat sembuh. "Doakan saya ya, biar cepat sembuh," ujar korban, sambil melambaikan tangannya.
Keberangkatan korban sendiri diantar oleh banyak keluarganya. Mereka ramai-ramai memberikan semangat kepada anak tersebut . Sebab, keluarga sangat prihatin dengan keadaan bocah perempuan itu.
Keluarga sendiri nampak sedih saat korban bersalaman dengan mereka. Bahkan, tidak sedikit ada yang meneteskan air mata, melihat ketegaran dari anak tersebut.
Apalagi, raut wajah korban tidak sedikitpun terlihat sedih. Dia bahkan sempat saja melambaikan tangan kepada warga yang memberangkatkannya.
--page
Keberangkatan korban menuju Rumah Sakit Betang Pambelum untuk pengobatan lengannya yang patah. Fasilitas keberangkatan sendiri dilakukan oleh Polres Kotim, hingga pengobatan di rumah sakit tersebut.
"Korban berangkat sekitar pukul 13.30 WIB, didampingi anggota Polres Kotim, LSM Lentera Kartini dan juga DP3AP2KB Kotim," terang Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan.
Dirinya berharap, masyarakat bisa mendoakan anak tersebut, bisa pulih dari sakit tangannya yang patah. Selain itu, fisikisnya kembali normal dan trauma yang dideritanya bisa segera hilang. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








