SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga yang lanting dan kelotok mereka rusak serta tenggelam akibat di serempet KM SPOB Kapuas milik Pertamina minta ganti rugi.

Kecelakaan air itu terjadi Sungai Mentaya, RT 1/ RW 1, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Dalam kejadian ini 8 lanting warga mengalami kerusakan. Sedangkan dua buah perahu kelotok bermesin tenggelam, sehingga membuat warga mengalami kerugian.

"Saat ini saya masih mendata kerusakan milik warga. Baik lanting maupun kelotok, nanti akan kami sampaikan kepada pihak Pertamina," ujar Ketua RT 1 Nanang Qosin, Rabu 26 Agustus 2020.

Belum diketahui berapa kerugian yang dialami masing-masing warga. Nantinya mereka akan mengadakan pertemuan dengan pihak pertamina terkait kejadian tersebut.

--page

"Nanti warga juga yang akan bertemu langsung, sedangkan saya hanya mendata awal saja. Siapa saja yang menjadi korban," katanya.

Sementara kapal serempet lanting warga ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, kapal ini diduga ingin berputar arah.

Namun karena melawan arus, sehingga bagian belakang kapal hampir menghantam lanting warga. Menghindari kejadian ini nahkoda meningkatkan kecepatan kapal.

Akibatnya tekanan dari roda menghantam lanting warga dan juga kelotok, sehingga mengalami kerusakan, dan 2 buah kelotok tenggelam. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)