JAKARTA –

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan lalu lintas penerbangan secara umum sejak 1 bulan terakhir menunjukkan peningkatan seperti misalnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara Soekarno-Hatta selama ini merupakan bandara tersibuk di Indonesia.

“Sektor penerbangan di negara yang memiliki pasar penerbangan domestik cukup besar seperti misalnya Indonesia, Amerika Serikat dan Cina mungkin saja dapat memulai fase pemulihan lebih awal,” jelasnya melalui siaran pers dikutip Rabu, 26 Agustus 2020.

Awaluddin menyampaikan di Bandara Soekarno-Hatta, rekor frekuensi penerbangan pecah tiga kali. Pertama, pada 14 Agustus jumlah penerbangan mencapai 524 penerbangan atau tertinggi selama pandemi Covid-19.

Lalu, rekor tersebut pecah pada 20 Agustus dengan 530 penerbangan, dan kemudian pada 23 Agustus frekuensi penerbangan kembali mencatatkan angka tertinggi yakni 540 penerbangan.

AP II mencatat selama libur panjang long weekend 20 – 23 Agustus 2020 menjadi periode paling sibuk di 19 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) sejak pandemi global Covid-19.

--page


Pada 20 Agustus, pergerakan pesawat di 19 bandara mencapai 1.026 penerbangan dengan 85.462 penumpang.

Kemudian pada 21 Agustus tercatat 883 penerbangan dengan 54.958 penumpang, sementara pada 22 Agustus sebanyak 867 penerbangan dengan 60.683 penumpang.

Lalu lintas penerbangan tertinggi ada pada 23 Agustus yang mencapai 1.045 penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 95 ribu penumpang, di mana angka penerbangan dan penumpang ini juga merupakan tertinggi sejak 1 April 2020.

Secara kumulatif pada libur panjang 20 – 23 Agustus 2020 terdapat 3.821 penerbangan yang mengangkut sekitar 296 ribu penumpang di 19 bandara PT Angkasa Pura II.

Aktivitas di 19 bandara PT Angkasa Pura saat libur panjang 4 hari kemarin berjalan sangat lancar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (TERAS.ID)